Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts
0

Kesalahan-Kesalahan Mendasar di Laporan Fieldtrip Pertama

Well.... setelah ngeliat-liat laporan fieldtrip kalian saya merasa perlu ngepos tentang beberapa kesalahan mendasar tentang sistematika penulisan laporan yang baik dan benar, khususnya laporan field trip

Oke, cekidot:
  1. Kesalahan ejaan serapan asing. Banyak praktikan yang blum mengerti kalau sepantasnya ejaan asing itu HARUS ditulis miring (italic), kemudian banyak juga yang menggunakan bahasa campuran, misalnya "piroklastik fall", piroklastik merupakan ejaan bahasa Indonesia, sedangkan fall sendiri bahasa asing.
  2. Setiap gambar keadaan itu harus ditunjukkan arah Utaranya.
  3. Kemudian mengenai peta citra satelit, sebaiknya ditampilkan inset per inset, maksudnya gambar regional daerah penelitian terlibih dahulu, kemudian zoom out hingga daerah STA, kemudian zoom out detail STA, dan jangan lupa arah Utara.
  4. Pelajari lagi tentang warna. Sebagian di antara kalian masih tidak bisa mencampur warna yang hasilnya eye catching.
  5. Lakukan sesuai perintah. Tidak perlu dibuat pendahuluan, bab satu, daftar isi, dan sebagainnya. Kemudian mengenai pembuatan hubungan lateral STA 1 juga so far hanya sedikit yang melakukannya.
  6. Kemudian ada beberapa yang TIDAK menyebutkan NAMA BATUAN. Trus fieldtripnya buat apa? Udah panjang-panjang deskripsi dan genesa, tapi nama batuan gak ada... Zzztttt....
  7. Grafis berbicara bukan berarti tidak isi laporan hanya gambar.
  8. Ada beberapa yang COPY PASTE.. Kalian boleh berdiskusi tapi melaporkannya HARUS dengan bahasa sendiri... Lain kali tidak ada toleransi untuk kasus ini.
  9. Beberapa catatan:
Contoh grafis yang lumayan baik... Tone warna harus baik.. [Gambar tidak untuk diCOPY PASTE]
NB: Untuk laporan Fiedtrip 2 diusahakan lebih baik.... Jangan mengulang kesalahan di atas lagi... Nanti formatnya akan di pos hari Senin (22/11)... Theng kiu...
0

Bahan Masukan Fieldtrip #1 - Pyroclastic

SLEMAN, KOMPAS.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan, letusan keras Gunung Merapi pada Sabtu (30/10/2010) disusul awan panas, sebenarnya berlangsung mulai pukul 00.16 WIB hingga 00.37 WIB.

Pagi ini, beberapa daerah di selatan Gunung Merapi mengalami hujan abu vulkanik. Ketebalan abu tak tanggung-tanggung mencapai 5 cm di beberapa tempat. Jalan besar di sekitaran Jogja menjadikan pemandangannya berkabut, padahal itu abu yang terbang karena lalulalang kendaraan.

Nah, kembali ke imajinasi..
Bayangkan proses letupan dan energinya, suara yang bergemuruh hingga arah angin yang terjadi semalam. Proses pengendapannya di depan kos hingga setebal "itu"... Dan pada akhirnya, salah satu hukum Geologi bahwa "kejadian masa kini mewakili kejadian masa lampau" bisa dipakai pedoman untuk menggambarkan genesa di STA 1 kemarin..

Sekilas nih kebayang, seandainya letupan Gunung Merapi lebih dahsyat dari kemarin dan material Pyroclastic Surge sampai dikosan. Nasibnya bisa juga sama seperti Candi Kadisoka.. Hahaha..

Info lainnya :
Ps : Jangan lupa laporan fieldtripnya ya..!! Khehehe... Smoga bisa membantu.. (^^)/
0

Petrology: What is This?

There are three branches of petrology, corresponding to the three types of rocks: igneous, metamorphic, and sedimentary, and another dealing with experimental techniques:
  1. Igneous petrology focuses on the composition and texture of igneous rocks (rocks such as granite or basalt which have crystallized from molten rock or magma). Igneous rocks include volcanic and plutonic rocks.
  2. Sedimentary petrology focuses on the composition and texture of sedimentary rocks (rocks such as sandstone, shale, or limestone which consist of pieces or particles derived from other rocks or biological or chemical deposits, and are usually bound together in a matrix of finer material).
  3. Metamorphic petrology focuses on the composition and texture of metamorphic rocks (rocks such as slate, marble, gneiss, or schist which started out as sedimentary or igneous rocks but which have undergone chemical, mineralogical or textural changes due to extremes of pressure, temperature or both)
  4. Experimental petrology employs high-pressure, high-temperature apparatus to investigate the geochemistry and phase relations of natural or synthetic materials at elevated pressures and temperatures. Experiments are particularly useful for investigating rocks of the lower crust and upper mantle that rarely survive the journey to the surface in pristine condition. The work of experimental petrologists has laid a foundation on which modern understanding of igneous and metamorphic processes has been built.
 
Copyright © Petrology (MFS 2863)